Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
PEMANTAPAN MEDITASI ANGKA HARI KE-5 TANGGAL 25 FEBRUARI 2005
Posted by Ketut Adi on 2005-02-25
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam kasih,

Tanggal 25 Feb ini kita kembali melakukan latihan Pemantapan Meditasi Angka. Setelah melakukan pemanasan dan latihan asanas, Bapak Darmayasa memberikan wejangan-wejangan.

Saat itu beliau memberikan sebuah cerita pendek:
Tersebutlah seorang Guru yang mempunyai banyak murid. Murid-murid beliau terbagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama adalah yang selalu meniru sang guru, ikut melakukan apa saja yang dilakukan oleh gurunya. Kelompok kedua adalah kelompok pengikut, yang mengikuti apa yang diajarkan gurunya dengan tetap memakai akal sehat dan hati nurai, tapi mereka tetap hormat pada sang guru.

Dalam perjalanan menuju ke Gunung Himalaya, mereka tiba di sebuah desa yang menjual minuman keras. Sang Guru membeli minuman, kelompok peniru ikut serta minum sampai semuanya mabuk. Kelompok pengikut hanya duduk di luar sambil menunggu gurunya. Di perjalanan selanjutnya mereka sampai di tempat pelacuran. Kelompok peniru ikut bersenang-senang bersama guru mereka, sedangkan kelompok pengikut menunggu di luar dengan tenang dan sabar.

Sampailah mereka di puncak Himalaya. Karena hausnya, sang Guru meminum lahar panas, seperti orang minum air putih biasa. Kelompok peniru perlahan-lahan mundur. Sang Guru berkata:"Ayo...sekarang giliran kalian yang minum!". Mereka semua mundur dan takut serta berlutut mengaku bersalah selama ini. Sang Guru marah dan mengusir kelompok ini. Kelompok pengikut memohon maaf untuk rekan-rekan mereka yang telah berbuat salah selama ini, namun kelompok peniru itu akhirnya tetap diusir. Kisah ini juga patut kita renungkan, bagaimana sebenarnya kita harus bersikap dalam berguru.

Ada seorang peserta pemantapan yang awalnya tidak bisa mengangkat tangan maupun memakai baju sendiri, tapi hari ini tangannya sudah pulih normal kembali. Inilah mukjizat yang sebenarnya. Juga pada saat kehadiran Guruji di tempat pemantapan, banyak yang mengalami kemajuan meskipun hanya sekali datang pada saat tersebut. Inilah kehebatan Meditasi Angka yang belum banyak diketahui oleh orang banyak. Jika kita telah mempunya tempat meditasi khusus (center) dengan didukung oleh Guruji, kita semua akan bisa memperoleh manfaat banyak dari tempat tersebut. Marilah kita bersama maju secara pelan namun pasti, karena kemajuan yang besar secara mendadak pun bisa berbahaya. Kemajuan yang cepat banyak berakhir dengan kegagalan/kehancuran. Banyak sudah hasil meditasi angka yang bisa kita lihat. Selalulah rajin dan tekun dalam bermeditasi.

Seorang Guru dikontrol oleh kekuatan Tuhan. Kita tidak akan bisa mengetahui apa yang akan beliau lakukan terhadap seseorang. Hari itu kita berfokus tentang perayaan HUT yang akan berlangsung keesokan harinya. Bapak Darmayasa menyarankan agar semua peserta pemantapan bisa hadir dengan persiapan yang baik karena pada saat HUT Guruji juga akan hadir dengan persiapan istimewa.

Dalam jalan meditasi janganlah jadi pembohong, takutlah dengan diri kita sendiri. Jalan meditasi ini bukanlah jalan main-main. Kita akan merasa senang jika ada rekan-rekan kita mengalami suatu kemajuan atau penyembuhan. Para peserta pemantapan banyak menyampaikan pengalaman-pengalaman yang dialaminya selama ini.

Dalam meditasi, peran lilin sangatlah penting. Ada beberapa peserta yang mempunyai pengalaman unik tentang lilin. Pada saat setelah dinyalakan sebelum bermeditasi, lilin yang menyala tersebut bukanlah lilin sembarangan, tapi merupakan wujud kehadiran Guru. Dalam berbagai agama juga menggunakan api dalam sarana persembahyangannya yang berfungsi sebagai saksi. Api tersebut adalah Guru, tempatkanlah dengan baik, bukan di tempat sembarangan. Saat menyalakan api, mohonlah dalam bathin agar Tuhan turut hadir menyaksikan meditasi kita dan lakukanlah meditasi dengan sungguh-sungguh. Inilah awal keindahan kita memulai meditasi. Jika tidak ada api atau lilin, nyalakanlah api dalam bathin dan mohonlah kehadiran Tuhan.

Sambutan Pak Haffid Abbas:
Pada saat kedatangan pertama Dr Haffid Abbas ke tempat pemantapan, beliau menyampaikan kekagumannya kepada peserta pemantapan yang punya minat tinggi pada meditasi. Belaiu menganggap sebagai bagian dari keluarga besar Meditasi Angka. Dalam perkenalannya beliau sehari-harinya adalah seorang dosen. Saat ini beliau juga dipercaya sebagai Direktur Jendral Perlindunga HAM Departemen Hukum dan HAM.

Ada pengalaman beliau ketika membantu PBB di Cina, berjalan dari satu desa ke desa ditemani oleh seorang mahasiswa yang bisa berbahasa Inggris. Beliau menyampaikan kekagumannya pada kebudayan Cina seperti tembok Cina, dan lain-lain. Mahasiswa itu mengatakan dengan rendah hati sebenarnya Cina tidak terlalu maju, mungkin Indonesia lebih maju.

Kebiasaan merendah ini yang menarik perhatian beliau, seperti halnya air yang selalu bergerak ke daerah yang rendah. Air yang tenang dan jernih akan begitu menyejukkan. Demikian juga halnya dengan peradaban dan masyarakat. Kalau kita selalu dipengaruhi oleh getaran-getaran jiwa yang menyebabkan kita kotor, akan buruk bagi tubuh kita.











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar