Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
Cd/vcd/dvd
Donasi
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
PEMANTAPAN MEDITASI ANGKA HARI KE-2 TANGGAL 22 FEBRUARI 2005
Posted by Ketut Adi on 2005-02-22
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam kasih,

Pemantapan pada hari kedua diawali dengan dipimpin oleh Bapak Ida Komang yang mengajarkan beberapa asanas/sikap duduk. Peserta diajarkan berbagai posisi duduk yang bisa membantu bangkitnya kundalini, mulai dari sikap yang mudah sampai sikap-sikap yang susah dilakukan oleh orang awam. Kemudian Bapak Wismagiri mengajarkan sikap Surya Namaskar yang sangat penting bagi penekun meditasi. Kemudian Guru Darmayasa datang menyampaikan wejangan tentang Bhagawad Githa.

Kitab Bhagawad Githa adalah salah satu kitab suci bagi umat Hindu. Berasal dari kata “Bhaga” yang artinya semua kemuliaan, “wan” artinya yang memiliki. Tuhan disebut Bhagavan karena Beliau memiliki segala kemuliaan, segala kemewahan. Githa artinya nyanyian ata wejangan, wejangan Sri Krishna kepada Arjuna yang disampaikan sebagai nyanyian di medan perang dengan sangat cepat. Ajaran ini disampaikan oleh Krishna karena sudah mau hilang.

Banyak yang mempelajari Bhagawad Gita tapi kebanyakan mempelajarinya dengan tanpa Guru. Banyak orang yang mengambil isinya hanya untuk tujuan tertentu yaitu untuk menunjang kepentingan yang bersangkutan. Kitab ini sangat luar biasa. Jika kita menganggap kitab ini sebagai Tuhan sendiri, dengan rasa hormat yang begitu tinggi, meskipun tanpa membacanya, dia akan terberkati oleh semua ajaran di dalamnya. Bhagawad Gita adalah sebagai sarana bagi kita untuk mendekatkan diri dengan Guru Sejati, Tuhan.

Hari itu juga diajarkan sebuah kisah menarik. Kisah ini ada persis seperti di kitab suci dan Bapak Darmayasa langsung kejadian ini secara nyata. Dikisahkan ada 2
orang pendeta berteduh di bawah pohon mangga. Tiba-tiba ada buah mangga terjatuh. Pendeta pertama mengatakan: mangga jatuh karena mangga itu sudah matang dan tertiup angin sehingga terjatuh. Pendeta kedua mengatakan: mangga itu jatuh karena tadi ada burung yang hinggap di atasnya sehingga mangga itu terjatuh. Mereka terus saling membantah, lama seklai, sampai diskusinya memanas dan urat lehernya keluar.

Kemudian datang pendeta ketiga berjalan sambil terus mengucapkan nama suci Tuhan. Dia melihat mangga yang terjatuh. Dengan riang diambilnya mangga tersebut dan dikupas. Sebelumnya dipersembahkan dahulu pada Tuhan kemudian mangga tersebut dimakan dengan nikmat sekali. Rasanya sungguh nikmat. Setelah habis dan perutnya kenyang, beliau kembali melanjutkan perjalanan ke sungai Yamuna. Sementara itu pendeta pertama dan kedua masih tetap berdebat dengan sengitnya. Kisah ini sungguh menarik dan perlu kita renungkan secara mendalam apa hikmah yang bisa kita pelajari dari kisah tersebut.











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar