Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
NGE-LARUNG...
Posted by Dendi.septiadi on 2005-01-24
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam kasih....,
.
Sabtu siang kemarin tgl.22/01/05, saya di tlp Pak.Meranggi.
" Setelah duduk 22.55 WIB, bagaimana kalau kita bareng-bareng larung ke laut di Ancol...." Begitu ajakan nya.

Saya dengan agak ragu, tapi tetap meng iya kan ajakan tsb.
" Ok kalau gitu. Saya akan call Pak.Noni dulu ya.." Katanya lagi...
.
Saya agak ragu menjawab soalnya dalam bayangan saya, laut/pantai malam hari tentu akan gelap gulita dan khususnya Ancol, tentu akan agak sulit mencari lokasi pantai yang agak sepi. Pun kalau ada lokasi pantai yang agak sepi, biasanya di jadikan tempat pacaran...anyway, lihat saja lah nanti malam, dalam hati. Saya pikir, setelah selesai duduk, hal ini tentu masih bisa di bicarakan lagi.
.
Malam hari sekitar pukul 10.30, setelah selesai mandi sedikit agak santai, saya mulai menyiapkan tempat meditasi.
Membereskan/memindahkan kursi, menyiapkan tikar dan meja. Kemudian foto Guruji, saya taruh diatas meja, dekat dengan lilin. Juga dupa, spray tidak ketinggalan...Setelah berdoa sejenak serta mohon berkah dan bimbingan dari Guru, saya pun mulai menyiapkan lilin, dupa serta nampan alas untuk meja...
Selang berapa saat kemudian, terdengan suara sepeda motor berhenti di depan rumah.

"Mungkin Noni dan istri.." Kataku kepada istri yang beranjak ke pintu. Kemudian terdengan suara Noni dan istri yang memberi salam, disusul percakapan antar mereka, sebelum kemudian Noni dan Yeni istrinya masuk rumah diiringi istri saya.
Pintu pun belum tertutup ketika kemudian menyusul Pak.Meranggi..Tak lama kemudian menyusul Pak.Made, tetangga saya...

" Memang hampir waktunya..." Dalam hati sambil melirik jam dan kami pun segera masuk ke dalam alam keheningan hingga waktu menjelang pukul.11.35 atau kurang lebih sekitar 40 menit..
Satu-satu secara perlahan-lahan kami kembali ke diri kami lagi....
.
Sambil mencicipi hidangan alakadarnya, kami mulai berbincang-bincang dan akhirnya sampai pada perbincangan acara me-larung, sebagai acara tutup puasa. Ternyata Denoni dan istri lebih memilih saat itu langsung berangkat menuju Ancol yg memang telah di setujui oleh Pak.Meranggi....
Maka jadi lah malam itu juga kami ber empat - Pak.Made pulang lebih dahulu - langsung menuju Ancol.
.
Ternyata malam itu ombak - gelombang saja mungkin tepat nya - agak besar dan pantai nampak sangat kotor. banyak sampah Mungkin pengaruh banjir beberapa hari ini.

Pak.Meranggi nampak nya sangat kecewa sekali. Soalnya dia sudah telanjang. Sudah tinggal pakai celana dalam yang di double pakai celana renang...
"Nampaknya tidak mungkin bagi kita untuk turun ke air di sini..." kata saya. " Bagaimana..? Apakah mau balik pulang atau mau cari alternatif lain....Maksud saya apakah kita tetap bertekad untuk menyelesaikan malam ini juga...?"
" Saya ingin selesai malam ini juga..." Mantap sekali Pak.Meranggi menyahut yg segera di iya kan oleh Denoni dan istri..

Saya hanya tersenyum dalam hati. Pancingan saya mengena, sebab saya pun demikian...!


Kami kemudian kembali ke mobil sambil mendiskusikan kemungkinan atau pilihan lain.

Saya mengajukan pilhan :
" Saya rasa kalau di daerah atas ( Puncak ), pasti banyak sungai, mungkin ada yang bisa kita jadikan pilihan..." kata saya.." Tapi jangan tanya sungai mana. Masalahnya tidak mudah untuk mencari sungai gelap-gelap begini..sekarang ini waktu sudah pukul.03.00 pagi dinihari..dan juga tidak mudah turun ke sungai pada saat seperti ini.....Sementara ini arahkan ke Puncak saja dahulu, sambil jalan kita pikirkan tempat yg pasti nya...".

" Di Jakarta cari lokasi nge-larung aja kok susah banget ya..Kalau di Bali sih jalan kaki saja udah bisa ketemu sungai atau pantai seperti yang kita inginkan.." Kata Denoni sambil tersenyum kecut...

Mobil masih meluncur ke arah jalan tol dalam kota, sementara kami sibuk mereka-reka dan mencari-cari lokasi untuk nge-larung di dalam hati kami masing-masing...
.
Beberapa ide terlontar diantara kami , seperti kemungkinan mencari sungai di sekitar Bogor, jadi kami enggak usah all the way to Puncak...
" Atau sungai yang di Kebon Raya..." Kata Yeni memberi usulan...
" Jangan ah...musim hujan begini, sungai tsb kalau ada air bah, sangat tiba-tiba sekali..berbahaya..." Sanggah sang suami...
Bukan soal air bah..yang menjadi pemikiran saya, tapi saya lebih bingung memikirkan bagaimana caranya pagi-pagi buta seperti ini masuk ke dalam kebun raya Bogor...
.
Mobil terus meluncur mengarah luar Jakarta dan mulai memasuki daerah Cibubur...

"Saya pernah dengar ada mata air panas di daerah Sentul " Kata Yeni..
" Wahh..boleh tuh..Sebelah mana..? " Sahut Pak.Meranggi masih dengan semangat 45-nya...Saya hanya bisa salut sampai geleng-geleng kepala melihat antusiasme yang tinggi dari teman yang satu ini...

" Saya juga enggak tahu. Saya cuman denger cerita dari saudara saya saja. Saya sendiri belum pernah ke sana.."

" Air Panas Gunung Pancer, saya pernah kesana " Kata saya." Saat itu saya di ajak teman dan tidak tahu persis jalan-nya. Sudah selang beberapa tahun yang lampau.Disamping itu, waktu saya pergi kesana tidak langsung ke tujuan, tapi mampir di beberapa tempat di sekitar Cibinong. Jadi selain lupa saya juga hilang arah yang pasti..."

" Coba di tlp saudara mu yang tahu tempat nya itu.." Kata Denoni ke Yeni. Busyet..subuh-subuh begini nelpon orang...gilee bener semangat nya....
" Enggak di angkat..." Kata Yeni sesaat kemudian dengan agak sedikit lesu...
" Jam segini , pasti masih tidur " Kata saya, mencoba menghibur.....
"Dia punya bayi, siapa tahu aja lagi pas kebangun..."
Wel..wel..benar-benar gigih....

" Jadi gimana nih,..." Pak.Meranggi...
" Kalau memang mau kesana..Oke lah..kita bisa coba...Tapi di jalan nanti mungkin kita harus bertanya-tanya..." Kata saya....
" Ok..No problem...." Pak.Meranggi mulai semangat lagi....
Setelah sesaat hampir salah belok pintu keluar tol, akhirnya akhir kami keluar di pintu tol Sentul. Sempat bertanya ke pada penjaga pintu tol untuk menunjukan arah. Akhirnya kami pun melesat ke arah yang sesuai petunjuk dari penjaga pintu tol...Beruntung kendara-an kami mobil Panther, soalnya kalau naik mobil sedan bakalan berabe. Jalan yg kami lalui sangat tidak ramah, berliku,menanjak, sempit dan penuh lubang...

Setelah beberapa kali bertanya dan melewati hutan pinus - kalau untuk ukuran orang kota mungkin ini bisa di kategorikan hutan - dan sebuah sungai, akhir nya kami pun sampai di tempat mata air panas tsb. Saat itu masih subuh, mungkin sekitar pukul 4.30 atau sekitar pukul.05 kurang..
.
Ada bedeng-bedeng sederhana yang hampir semua nya penuh oleh orang-orang yang hendak berobat. Karena di percaya air panas yang keluar dari perut bumi ini mengandung kandungan mineral yang tinggi dan mempunyai daya sembuh yg baik...Demikian kata orang-orang yang menjaga tempat tersebut...
Air panas yang keluar dari dalam bumi oleh pengelola tempat di tampung dalam sebuah bak - hampir menyerupai kolam2 kecil - berukuran kurang lebih sekitar 3 X 3 meter dan kedalaman sekitar satu meter, air kemudian di salurkan/dibuang melalui parit-parit kecil. Jadi air di kolam tsb selalu mengalir dan berganti terus menerus...
.
Karena air cukup panas, kami tidak bisa langsung masuk dan berendam di dalam kolam tsb. Mula-mula kami masukan kaki kami kedalam air panas sedikit demi sedikit, setelah beberapa saat lalu perlahan-lahan semakin dalam dan akhir nya kami bisa duduk dan berendam di dalam kolam tsb. Sedangkan Yeni berada di kolam yang berbeda, kolam khusus wanita.

Saat-saat pertama panas nya menimbulkan rasa perih di permuka-an kulit.
Dikolam yang ini air tidak sepanas air yang ada di kolam sebelah atas, dimana kami mula-mula mencoba.. Tapi karena tidak kuat panas nya air tsb, akhirnya kami pindah di kolam ini...

Setelah berendam sambil beristirahat beberapa saat , saya lalu menyiram kepala dengan air kucuran dari pancuran tsb beberapa kali sesuai dengan nomer pilihan saya dan menyelam (kumkum) juga beberapa kali sesuai dengan nomer pilihan sambil mengingat angka, kemudian saya pun naik dan mengeringkan badan.
Lalu cepat-cepat bersalin karena tidak tahan udara dingin. Lokasi air panas ini ada diatas bukit, jadi udara di daerah ini cukup dingin, bertambah dingin di saat pagi subuh seperti ini.

Sekitar jam 06.pagi, sambil menggigit jagung bakar, kami pun mulai balik ke tempat parkir.

Setelah melarung CD masing-masing di sebuah sungai yang kami lewati, kami pun meluncur kembali ke Jakarta....

Bagi saya tuntas sudah tutup puasa ini, sementara bagi temans yang lain masih ada satu langkah yang masih harus digenapi, yakni ber derma...tapi tentunya hal itu tidak sesulit malam ini....Saya sih yakin deh...

Mudah-mudahan Pak.Meranggi tidak lupa mengirimkan poto-poto perjalan ini....
.
Demikian pengalaman kami.
Sekedar berbagi cerita saja...
.
Salam.
................................
Dendi Septiadi.









Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar