PENGALAMAN MEDITASI IB TAMTAM Posted by Tamtam on 2005-01-07 [ print artikel ini | beritahu teman ]Salam Kasih,
Ada banyak hal-hal yang kita dapatkan dari meditasi tetapi kita tidak menyadarinya. Saya sendiri sudah mengenal meditasi sejak masih SD sekitar kelas 3-4. Ada seorang kerabat yang kebetulan ikut tinggal di rumah uwak saya yang rumahnya satu halaman (keluarga besar) dengan rumah saya yang mengajak saya ikut bermeditasi setiap sore menjelang malam hari. Saya sudah vegetarian waktu itu, dan kemudian berhenti melakukan meditasi dan vegetarian karena ortu saya tidak setuju anak sekecil itu ber-vegetarian, katanya nanti
kurang gizi. Akhirnya saya jadi anak penurut dan menghentikan kegiatan itu.
Saat SMA saya rajin sembahyang, karena melihat seorang sepupu saya rajin sembahyang (sekedar ikut-ikutan).
Saat Kuliah dan masih berandalan, saya kembali bersahabat dengan seorang pelatih Yoga, kemudian saya rajin lagi bermeditasi sampai beberapa bulan, lalu berhenti lagi.
Setelah menikah, saya dan istri pernah ikut meditasi Raja Yoga dan menjadi vegetarian murni (temasuk tidak makan bawang) selama beberapa Bulan. Namun berhenti juga karena terlalu rumit dan menurut istri saya aneh-aneh, masak
suami istri dianjurkan untuk tidak punya anak, dlsb....
Selama itu saya tidak pernah merasa mendapat kemajuan apa-apa dalam meditasi, tetapi malah dapet tehnik yang aneh-aneh yang akhirnya saya buang dan tidak mau sama sekali menggunakannya.
Ohya, sebelum saya melengket pada Babe seperti teman-teman lain, ada seorang guru Yoga yang memberikan alamatnya pada saya ketika dalam perjalanan saya ke johor dari batam. tetapi memang bukan jodoh ternyata saya tidak pernah
menghubungi nomor yang beliau berikan dan nomor itu hilang begitu saja.
Dan sekarang bersama bimbingan Babe Guru, saya baru menemukan kebahagiaan dengan meditasi angka yang menurut saya kelihatannya simpel tapi ternyata lumayan sulit namun membantu sekali dalam konsentrasi. Meskipun konsentrasi saya masih sering terganggu, tetapi rasa damai yang saya dapatkan di sini bukan main rasanya.
Semoga kali ini saya tidak akan pernah berpikir untuk berhenti lagi. Semoga yang kemaren, adalah terakhir kalinya saya meninggalkan jalan cinta kasih sejati untuk
kemudian berenang di lumpur fatamorgana yang berkilau, karena ternyata yang berkilau itu adalah pisau-pisau tajam yang kelak akan menyakitkan dan menimbulkan penderitaan berkepanjangan.
Sepertinya sekian saja sharing saya, akan sangat baik sekali kalau semua teman-teman disini menuliskan pengalamannya mengikuti meditasi angka bersama Guru (Pak Made Darmayasa). Jadi kita bisa saling tukar pengalaman dan siapa tahu ada yang pernah bisa mengatasi masalah yang sama untuk kemudian diambil cara mengatasinya.
Damai dalam Kasih,
(Tamtam)
|