Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
PILEKKU SEMBUH
Posted by Widyastana on 2004-12-23
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Salam kasih,

Cuaca dingin di Singaraja kemarin membuat saya terserang gejala flu. Sejak sore saya ingusan. Masih cair yang berarti ini baru gejala flu. Setelah mandi dan keramas, aliran ingus makin lancar dan saya harus rajin membersihkannya dengan sapu tangan atau langsung buang di kamar mandi.

Usai makan malam, istri menyuruh saya membeli obat flu. Tapi karena udara cukup dingin, saya malas pergi ke warung. Istri saya sewot. Saya coba tanya Ibu apa beliau punya simpanan obat flu. Ternyata punya dan saya minta sebutir yang rencananya saya minum setelah meditasi.

Seperti biasa, pukul 20.00 saya melakukan meditasi. Seperti biasa pula, hanya dalam waktu sekitar 15 menit kaki saya sudah kesemutan dan pantat mulai pegal. Mata pun mulai diserang kantuk. sayapun menghentikan meditasi, meluruskan kaki, dan memelototkan mata, mencoba mengusir kantuk. 5 Menit kemudian saya lipat kembali kaki dan pejamkan mata, kembali mencoba bermeditasi, mengucapkan mantra 'Om Namo Narayana Ya' sembari memutar japamala. Tapi kantuk terus menyerang. Konsentrasi sudah etah di mana. Menghilang begitu saja, tinggal mulut yang komat-kamit dan tangan bergerak memutar japamala. Suatu saat tangan saya terhenti bergerak, karena saya terlelap dalam tidur.... Di saat lain saya 'keseleo lidah' mengucapkan sebuah kata yang muncul dalam lamunan sehingga yang terucap bukannya 'Om Namo Narayana Ya' tetapi 'Om Namo bukan...'. Saya tersentak kaget dan berseru, "Aduh!"

Demikianlah, seperti malam-malam sebelumnya, malam kemarin meditasi saya tidaklah sempurna. beberapa kali saya terlelap dalam kantuk yang tak tertahan, dan beberapa kali pula saya harus menghentikan 'meditasi' (dalam tanda kutip karena saya ragu apa yang demikian masih layak disebut meditasi) karena pantat pegal dan kaki kesemutan. Padahal saya sudah coba teknik 'melupakan diri' seperti yang diajarkan Gus Tamtam, "Bayangkan diri ini sebagai cahaya..." Tapi rupanya saya belum mampu menerapkan teknik itu.

Saya menghentikan 'meditasi' sekitar pukul 20.55 karena sudah tak tahan lagi menahan kantuk, kaki kesemutan, dan pegalnya bokong. Segera saya menggelar matras dan melakukan sikap Sava Asana, melakukan penyerapan. Inipun berantakan. Baru saja saya melakukan relaksasi sampai paha, saya sudah terlelap lagi dan kemudian terbangun karena gigitan nyamuk.

Sekitar 15 menit kemudian saya akhiri upaya penyerapan itu dan bergegas mengganti pakaian meditasi dengan T-Shirt dan celana pendek untuk segera pergi tidur.

Saat berganti pakaian itulah saya menyadari bahwa ternyata hidung saya tidak lagi berair. Padahal di awal 'meditasi' tadi saya masih harus menyedot-nyedotkan hidung. Tapi kini, hidung saya terasa bersih dari ingus yang mengganggu. Tablet obat flu dari Ibu pun batal saya minum.

Tadi, saat bangun pagi, saya merasa ingus yang kemarin mengganggu telah benar-benar bersih. Saya tak jadi pilek.

Duluuu..., saat saya masih belajar meditasi hanya dari buku, saya sering mencoba meditasi untuk mengatasi flu yang memang sering menyakiti tubuh saya, tapi tak pernah berhasil. Seringan apapun gejala flu itu, tetap tak bisa saya atasi dengan 'meditasi buku'. Gejala flu tetap 'tumbuh' menjadi pilek yang berkepanjangan. Kini, di bawah bimbingan Bapak Made Darmayasa, hanya dengan meditasi yang masih berantakan begitu gejala flu saya bisa teratasi.

Sayapun berpikir dan berandai-andai, "Kalau meditasi yang berantakan begitu bisa menyembuhkan pilek maka bagaimana kalau saya bisa melakukan meditasi dengan baik dan benar sesuai ajaran Pak Made? Pastilah segala penyakit yang ada dalam diri saya bisa diatasi. Lebih dari itu, pastilah bukan hanya badan saya yang sehat tapi juga Jiwa."

Ahhh... kapan yan saya bisa melakukan meditasi dengan sempurna seperti yang telah dicapai oleh teman-teman? Harapan saya pada Narayana, semoga Pak Made selalu diberi kesehatan dan umur panjang serta tak bosan-bosannya membimbing saya yang bodoh ini. Evam Astu.

Damai Selalu,

paw











Godaan Spiritual (bag-1)
Peliharalah Badan Kita
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (3)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (2)
Menanti Kehadiran Sang Maha Pinandita (1)
Tak Ada Yang Gagal
Tabloid Suluh Meditasi Edisi Nopember 2011
Kenapa Medang?
Dalam Baju Spiritual
Legenda Cinta Radha Krishna
Geliat Pembangunan Aula/wantilan Di Parama Dhama Denpasar
Bersama Guru Dalam Setiap Langkah
Menolak Kesempatan Emas (bagian 2)
Menolak Kesempatan Emas (bagian 1)
Teknik Menerima Berkah (bagian 2)
Teknik Menerima Berkah (bagian 1)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.2)
Menjaga Hubungan Dengan Guru / Tuhan (bag.1)
Sembah Sujud
Kucing Putih Di Parama Dhama

Gerakan Suryanamaskar