DI ABAD INI ADA ANGLING DHARMA? Posted by Wayan Merta on 2004-10-07 [ print artikel ini | beritahu teman ]Sungguh suatu pengalaman yang sangat luar biasa,bila kita melihat/menonton sirkus,binatang bisa diajarkan oleh pawang dengan latihan yang butuh waktu lama. seperti gajah, kera lumba-lumba dan lain-lain. Tapi di tahun 1994 bulan dan tanggal yang terlupakan,sayabersama teman Pak Made Suastana sedang tugas mencari bibit kembang sepatu warna orange untuk dikembangkan dan dekorasi suatu hotel di Manggis Karangasem.
Kami naik sepeda motor dari Selat menuju ke Klungkung, tapi diperjalanan tepatnya desa Iseh Sidemen, Kami berpapasan dengan Pak Dharmayasa bersama Adi Dewa dan putranya Pak Dharmayasa (Hari) mengendarai sepeda motor juga.
Kami sama-sama terkejut dan berhenti,turun dan berpelukan.Suatu banjir kebahagiaan yang tak terbendung,karena dari tahun 1985 kami,saya dan Pak Dharmayasa pisah,tak pernah ada kontak dan kabar berita.Aliran energi spiritual menyirami relung hati saya berimbas dan matapun basah bahagia menembus ruang dan waktu.
Dan perbincanganpun terjadi.Pak Dharmayasa menyuruh putranya Hari untuk mengucapkan Mantra Gayatri dengan intonasi yang benar.Saya dan teman Pak Made hanya bengong dan terlena mendengar lantunan mantra itu.Kemudian Pak Dharmayasa mengucapkan mantra dan berkata ,:Inilah bukti dari kekuatan Mantra itu.
Tak butuh waktu dan proses seperti pawang sirkus.Hanya beberapa detik datanglah kumbang mengelilingi tubuh Pak Dharmayasa kemudian turun di pinggir jalan.Kami disuruh melihat kumbang itu ,bersamaan jongkok dan "Astaga", Kumbang itu menyembah Pak Dharmayasa. Makanan suci (prasadam) diberikan dan kumbang itu makan dengan memegang roti itu dengan tangannya.
Kami berempat hanya bengong dan butiran air matapun membasahi pipi,suatu getaran mengalir ke seluruh sumsum dan menjalar ke seluruh pori-pori tubuh tanpa di sadari,rasa bahagia tak terkirakan.
Sehabis kumbang itu makan roti ,Pak Dharmayasa kembali mengucapkan mantra dan kumbang itu kembali berputar-putar mengitari Pak Dharmayasa ,akhirnya hinggap dibajunya Adi Dewa dan kami berpisah.
Apakah itu ilmunya Angling Dharma yang melegenda muncul lagi di abad ini? Sekarang ini? Walahualam.
Amrita
Terbenam dalam lumpur mengapai pangkaja rohani
25 Sept 2004.
|