KAKI LEMAS LENYAP PASCA BERTEMU PRABHU Posted by Admin on 2004-01-04 [ print artikel ini | beritahu teman ]Mengaku kerja di Dinas Ketenagakerjaan Bali, seorang pasien pengobatan alternatif gratis gelar NUSA bernafas lega karena keluhan lemas di kakinya lenyap setelah bertemu Prabhu Darmayasa di Hotel Intan Legian, Kuta, Kamis-Jumat (23-24/10). Pria yang berjalan sambil dipapah istrinya itu juga mengaku merasakan vibrasi Prabhu.
Sang pasien yang datang ditemani istrinya itu menderita lemas di kakinya sejak tiga bulan lalu. Saat itu, dirinya sedang mengendarai kendaraan bermotor. Akibat lemas tiba-tiba itu, dia tak mampu menginjak gas dan kopling.
Setelah mengetahui ada pengobatan alternatif oleh Prabhu Darmayasa di Hotel Intan Legian, Kuta, pasien tersebut langsung mendaftarkan dirinya untuk mendapatkan masukan tentang penyakit yang dideritanya. "Saya tidak diberitahu penyebab penyakit yang saya derita. Tapi Prabhu menanyakan apakah ada perubahan sejak pertemuan pertama hingga tadi (kemarin). Setelah itu saya disuruh tak bertanya lagi penyebab dari penyakit yang pernah saya derita," ujar pasien tersebut.
Dalam rangkaian pengobatan alternatif yang berlangsung dua hari itu, puluhan pengunjung datang silih berganti dengan antusias, mulai pukul 10 pagi sampai sore. Menurut Rai Gustra, panitia yang bertugas mencatat para pengunjung untuk berobat, minimal ada 75 orang yang mendaftar dan kemudian datang ke lokasi. Jumlah tersebut belum termasuk pendamping pasien. Bahkan ada seorang ibu dari Dalung, Kuta, Badung, membawa serta lima orang anaknya. Akibatnya jadwal pengobatan menjadi molor.
"Hari Kamis, rencananya pengobatan dilakukan pukul 10.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita, namun akhirnya mundur hingga pukul 16.00 Wita," ujar Gustra di lokasi acara, Dining Room Hotel Intan Legian.
Selain pengobatan alternatif bagi pengunjung umum. Prabhu Darmayasa pun memberikan pengobatan bagi seluruh karyawan hotel. Pengobatan dilangsungkan setelah pengunjung pengobatan dari masyarakat umum usai. (Wi)
sumber; HARIAN UMUM NUSA SABTU, 25 OKTOBER 2003
|