PRABHU DARMAYASA AJARKAN CARA MEDITASI KUNDALINI Posted by Admin on 2003-12-18 [ print artikel ini | beritahu teman ]Kehadiran spiritualis Prabhu Darmayasa pada pelatihan meditasi kundalini yang berlangsung di STAHN Denpasar kemarin (2/4) rupanya tak ingin dilewatkan para warga kosmopolit. Ruang Auditorium STAHN tempat berlangsungnya kegiatan tersebut penuh dengan para peserta yang ingin mengikuti pelatihan meditasi tersebut. Tak sedikit di antaranya terpaksa rela menyaksikan pelatihan itu dari luar karena tidak bisa masuk ke dalam ruangan.
Rata-rata para peserta mengaku masih belum memahami bagaimana cara mempelajari meditasi kundalini. Menurut Prabhu Darmayasa tidak ada sarana khusus dan batasan usia untuk itu. “Yang terpenting mereka mampu mengingat angka-angka yang ada dalam meditasi kundalini,” jelas Prabhu.
Hal itu dilontarkan Prabhu Darmayasa ketika menjawab pertanyaan salah seorang peserta seminar yang bernama Made Mendra. Made Mendra yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi Kupang itu menanyakan apakah ada sarana khusus dan batasan usia yang diperlukan dalam melaksanakan meditasi kundalini ini. Tampil sebagai moderator dalam kegiatan tersebut, Ketua STAHN Dr I Made Titib. Meditasi Kundalini, Prabhu Darmayasa merupakan kebangkitan meditasi yang sejati. Berbicara tentang meditasi, kata Prabhu Darmayasa terkait dengan kepercayaan pada angka-angka yang bersifat kekal dan abadi.
Dalam ajaran kundalini, manusia diajarkan bisa meraih Rp 500 ribu dan bukan Rp 10. “Artinya, ajaran kundalini tidak mengajarkan pada umatnya untuk bisa mendapatkan angka Rp 10, karena dalam Rp 500 ribu itu sudah terkandung angka yang bernilai Rp 10.
“Meditasi Kundalini mengajarkan dan mengenalkan bagaimana menemukan angka yang mempunyai nilai lebih.” Jelas Prabhu Darmayasa lagi.
Dalam pandangan ajaran kundalini, seorang guru atau ahli bukan dipandang atau dihargai karena teorinya, tapi realita yang sebenarnya. Karena teori menurut pria kelahiran Ubud ini tak akan berarti dan percuma jika dikemukakan oleh orang yang mempunyai wadah atau tempat yang masih bocor di sana-sini.
Carut-marutnya kondisi Indonesia saat ini, aku dia, mengundang kepribadian gurunya, Guru Ji Acharya Kamal Kishore Goswami, tokoh spiritual kondang asal negeri Hindustan. Maka dari itu, tujuannya ke Indonesia pun untuk membantu negaranya keluar dari segala krisis tersebut. Namun ia dan Guru Ji-nya meyakini bahwa Indonesia tidak seperti yang diprediksi banyak orang bahkan banyak negara, bahwa dalam waktu tidak lama lagi bakal ditimpa banjir darah. Bali dan Indonesia akan maju bila masyarakatnya terutama tokohnya punya pengrasa rohani dan bukannya pendiskusi. Sejauh pengamatannya, banyak orang yang cuma pintar berdiskusi, kemudian menjadi agamawan atau rohaniawan.
Sementara itu menyinggung situasi politik, Prabhu Darmayasa mengatakan jika Amien Rais, Gus Dur dan Mega dan elit politik lainya mau belajar Kundalini, keyakinan spiritulis Prabhu Darmayasa akan pulihnya perekonomian dan keamanan Indonesia dalam waktu dekat ini segera tercapai. Karena Kundalini yang berarti cinta kasih itu diperlukan oleh manusia setiap kali berhadapan dengan manusia lainnya. “Para elit politik kita tidak pernah memandang rakyatnya sebagai manusia, karena kekuatan duniawi telah mengikat mereka,” kata Prabhu Darmayasa. (I)
Catatan: Berita dimuat di Harian Umum NUSA SELASA, 3 APRIL 2001
|