MENDULANG KEDAMAIAN MEDITASI DI KAWASAN PANTAI SINDHU Posted by Admin on 2003-12-18 [ print artikel ini | beritahu teman ]Dari Menangis, Dengar Kidung Hingga Bertemu Guru Ji dan Leluhur
Rabu, 18 September tengah malam terbilang acara paling terkesan dan puncak bersama tokoh spiritual Prabhu Darmayasa. Beragam pengalaman aneh dirasakan pengikut meditasi angka, ketika meditasi sambil merendam separuh tubuh saat tengah malam di Pantai Sindhu, Sanur.
Mendulang Kedamaian Meditasi di Kawasan Pantai Sindhu
Dari Menangis, Dengar Kidung Hingga Bertemu Guru Ji dan Leluhur
Rabu, 18 September tengah malam terbilang acara paling terkesan dan puncak bersama tokoh spiritual Prabhu Darmayasa. Beragam pengalaman aneh dirasakan pengikut meditasi angka, ketika meditasi sambil merendam separuh tubuh saat tengah malam di Pantai Sindhu, Sanur.
Ritual yang sedianya dikhususkan untuk dua orang yakni Pasek Suardika, dan IKG Doktrinaya, akhirnya diikuti sejumlah wanita dan pria yang sepertinya ditakdirkan harus ikut. Suasana penuh misteri diawali ketika Pasek Suardika secara spontan menangis sesenggukan dan menyembah, manakala Prabhu Darmayasa membacakan mantra sebelum berangkat. “Ini orang bahagia, biarkan bahagia,” urai murid tunggal Acharya Kamal Kishore Goswami ini. Diakui IKG Doktrinaya, Pimred Koran Bali, beragam keanehan kerap disaksikan kala bersama Prabhu Darmayasa, baik ketika di India dan di Bali. Air matanya pun pernah menetes tiada henti ketika mendengar suara Prabhu Darmayasa menelepon lewat Hp dari India setahun silam. Kejadian serupa kembali terulang ketika pria asal Padang Tegal Ubud yang menetap di India ini menelepon dari Ujung Pandang yang mengatakan sudah berada disana. “Getaran kasih sayang begitu meluluhkan. Saya tak bermaksud menokohkan seseorang, tapi tak mengingkari betapa meditasi angka yang di tularkan memberikan pengalaman-pengalaman yang sangat mencengangkan,” urainya. Pasek Suardika yang sehari-hari Redpel Nusa ini pun mengaku tidak bisa menahan tangisnya karena memang tiba-tiba ingin menangis. Tiga mobil yang membawa rombongan, terhenti setelah roda kendaraan menyentuh pasir pantai. Butuh 10 menit persiapan, dan semua peserta menyalakan dupa sesuai dengan jumlah angka. Selanjutnya, peserta mengikuti wejangan Prabhu Darmayasa tentang tata cara, sebelum meditasi di dalam air. Tak terasa, hampir tiga jam berada di Pantai Sindhu, merendam tubuh-meditasi di dalam air dan dipinggir pantai. Pengalaman aneh? Beberapa peserta dalam meditasi melihat kehadiran Guru Ji Acharya Kamal Kishore Goswami beberapa detik, peserta lain bisa melihat leluhurnya (kakek dan neneknya yang sudah meninggal). Di sisi lain, peserta merasakan sangat ringan berada didalam air. Namun, rata-rata peserta merasakan ada suatu yang hangat mengaliri tubuh saat berada di dalam air waktu tengah malam. “Saya yakin semuanya tak berbohong malam ini, dan patut disyukuri keberhasilan meditasi malam ini,” papar Prabhu Darmayasa.
Banyak pengalaman aneh lainnya dialami peserta yang akhirnya semakin mengukuhkan keyakinan peserta meditasi angka.
Sentuhan spiritul dari Prabhu Darmayasa yang selama sepekan berada di Pulau Dewata membawa kemukjizatan tersendiri bagi warga Bali. Hal ini telah terbukti ketika menghidupkan kundalini secara massal di Wantilan Gedung DPRD Bali, bahkan salah satu wanita yang diberkahi mampu mendengar kidung suci. Seperti dialami Sri Ariani, seorang Ibu Rumah Tangga asal Penebel yang tinggal di Jl. Gandapura Denpasar.
Sri sama sekali tidak mengenal meditasi sebelumnya, tetapi kemukjizatan itu dirasakannya. Bagaimana kisahnya? Kala itu tetap pada minggu (15/9) di wantilan Gedung DPRD Bali, Sri sengaja mengikuti meditasi yang dipimpin langsung oleh Prabhu Darmayasa. “Tiang sama sekali tak mengenal meditasi apa pun lainnya, saya datang untuk coba-coba,” paparnya.
Sri menuturkan pada saat di wantilan, Prabhu Darmayasa mengucapkan sesuatu di telinga Sri. “Mau nggak memanggil saya sebagai Guru?” tanya Prabhu Darmayasa berseloroh. Mendengar tawaran seperti itu, Sri mengangguk. Seusai mengikuti meditasi, pada malam hari Sri membaca buku Tuntunan Meditasi yang diberikan Prabhu Darmayasa. Selang beberapa menit kemudian Sri tersentak karena tiba-tiba tubuhnya terasa melayang dan bersamaan dengan itu pula terdengar mantram suci Om Narayana berkumandang. Saya sendiri tak mengerti, enak dan segar rasanya. Laksana mimpi,” akunya.
Untuk pengikut semua meditasi angka, pemula maupun yang sudah menjalani, ada kesempatan lagi untuk memperdalam teknik meditasi pada 25 September, sekitar pkl.17.00 WITA di Wantilan Gedung DPRD Bali. (Tas).
sumber: Nusa
|