Milis Love_divine
Artikel
Pengalaman
Kegiatan Meditasi
Majalah Meditasi Angka
Makanan Dan Meditasi
Cerita Renungan
Cd/vcd/dvd
Donasi
Layanan Sms Renungan
Kata-kata Mutiara
 
 
 
 

Divine Love lahir pada bulan Februari 2000 di Bali, Indonesia, lewat proses Samadhi dari Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami dan muridnya, Darmayasa. Sekaligus terlahirkan teknik baru meditasi bernama Meditasi Angka yang bertujuan untuk membangkitkan tenaga Kundalini demi terwujudnya Cinta Kasih Spiritual di dalam hati setiap insan Tuhan di dunia.

Cari Artikel
Divine-love-society.org > Artikel
PRABU DARMAYASA
Posted by Admin on 2003-12-12
[ print artikel ini | beritahu teman ]

Melihat situasi politik di Bali yang kian memanas, sangat memungkinkan konflik akan melentik di berbagai sudut di Bali. Tanda-tanda itu sudah mulai tampak di permukaan, seiring dengan HUT Golkar Ke-39 yang dipusatkan di Lapangan Kapten Japa, Padanggalak, Sanur. Bentrok antarpartai sambung-menyambung terjadi, baik di Buleleng dan Tabanan.


Prabu Darmayasa:
Jangan Terseret Arus, Di Bali Akan Muncul Kubangan Air

DENPASAR, NUSA
Senin, 27 Oktober 2003


Melihat situasi politik di Bali yang kian memanas, sangat memungkinkan konflik akan melentik di berbagai sudut di Bali. Tanda-tanda itu sudah mulai tampak di permukaan, seiring dengan HUT Golkar Ke-39 yang dipusatkan di Lapangan Kapten Japa, Padanggalak, Sanur. Bentrok antarpartai sambung-menyambung terjadi, baik di Buleleng dan Tabanan.

Kecemasan tokoh spiritual Prabu Darmayasa cukup beralasan, mengingat sejumlah prediksinya soal Bali jarang meleset. Pria kelahiran Padangtegal,Ubud yang menjadi murid tunggal Maestro Kundalini India Acharya Kamal Kishore Goswami ini, beberapa bulan lalu pernah mengatakan akan ada berita heboh dari Timur Bali.

Ketika dikatakan bahwa ada kecelakaan di Gunung Rinjani, Lombok, menewaskan putra Bali, Prabu Darmayasa tak sependapat. "Bukan itu, ada sesuatu yang lain," paparnya lewat telepon dari India. Manakala dikasitahu soal terpilihnya kembali Dewa Beratha menjadi Gubernur Bali yang memungkinkan letupan berita heboh pun ditampiknya. "Saya melihat akan ada sesuatu yang heboh di kawasan Bali Timur dan akan menjadi santapan seluruh media di Indonesia," paparnya berulangkali.

Teka-teki soal berita heboh dari kawasan Bali Timur itu tak terjawab. Namun setelah berjalan sepekan, akhirnya muncul peristiwa heboh yakni tenggelamnya kapal Wimala Bhakti yang menewaskan 8 orang di Selat Lombok, dan kemudian disusul dengan tenggelamnya kapal barang Sentosa Bahari yang hingga kini korbannya belum diketemukan.

Munculnya peristiwa tersebut akhirnya menjawab teka-teki itu. Berkaca dari pengalaman tersebut, Prabu Darmayasa kembali mewanti-wanti masyarakat Bali karena dari kacamata bathinnya melihat akan ada sesuatu di Pulau Bali, seperti ada air menggenang.

"Saya tak bisa menterjemahkan penampakan itu karena yang perlu adalah sikap awas, jangan justru masyarakat Bali yang dengan sengaja menggelar bencana," sarannya. Bila melihat penampakan spirit itu, tampaknya akan ada peristiwa yang identik dengan semburatnya air atau bisa jadi darah. "Apakah bencana yang berkaitan dengan air atau bencana lainnya karena juga nampak ada tanah yang turun," urainya.

Berkaitan dengan penglihatan niskala itu, Prabu Darmayasa mengharapkan masyarakat di Bali tidak mudah diseret arus untuk menghancurkan Bali dari dalam. "Ingat jalan masih panjang, galang kenyamanan, kedamaian karena masyarakat Bali belakangan ini kian rapuh. Bahkan, begitu mudah meletupkan emosinya dan menyakiti orang lain. Masyarakat Bali harus kembali ke tekad awal untuk menjaga Bali secara skala dan niskala," ujarnya.

Bila semua niat positif yang dilandasi kebersamaan membangun Bali, lanjutnya, niscaya semua prediksi itu akan hilang dengan sendirinya.

Prabu Darmayasa yang kemarin meletakkan batu pertama pembangunan ashram di kawasan Imam Bonjol, disertai juga pemandangan aneh di awan di atas lahan ashram. Sejumlah orang yang hadir melihat awan di atas ashram membentuk aksara suci 'Om' yang kemudian berubah perlahan menjadi Ganesha, dan terakhir berubah menjadi Khrisna. "Sebuah pemberkatan dan anugerah yang sangat indah," urai Prabu Darmayasa. dok


sumber: DENPASAR, NUSA
Senin, 27 Oktober 2003











Selamat Di Jalan Spiritual
Menjaga Ketundukan Hati ( Bag. 2)
Jangan Kotori Tanganmu Dengan Urusan-urusan Tidak Perlu
Kebanggaan Dalam Harta Dan Kecerdasan Hanya Menunjukkan Bahwa Kau Tidak Kaya Dan Tidak Terpelajar
Jangan Kecil Hati Jika Pasukan Lalat, Nyamuk Dan Kala Jengking Tidak Mendukungmu
Menjaga Ketundukan Hati ( Bag. 1)
Salah, Jika Kau Menganggap Orang Mencakupkan Tangan Berarti Menyembah Dirimu
Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 2)
Minuman Penyegar Seorang Guru Spiritual ( Bag. 1)
Jangan Mencoba Memegang Tuhan Tetapi Biarlah Tuhan Memegangmu. Itulah Jalan Yang Selamat Bagimu
Sudah Waktunya Kita Berhenti Merintih, Sebab Ia Bukanlah Nyanyian Penyejuk Sukma
Karawang Yatra
Bunuh Diri Bukanlah Tindakan Pengecut, Bukanlah Dosa Melainkan Ia Adalah Neraka Itu Sendiri
Engetahuan Suci Memerlukan Hati Yang Suci Bersih Dan Bukan Status, Kedudukan, Kasta Maupun Keterpelajaran Duniawi
Jangan Pernah Bermimpi Bahwa Orang Yang Tangannya Terbelenggu Rantai Emas Akan Mampu Membukakan Ikatan Tanganmu
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-7, Puncak Perayaan & Inisiasi
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-6, Ke Lempuyang
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-4, Pemantapan Meditasi Ii
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-3, Pelayanan Kesehatan Gratis
Liputan Hut Medang Tahun 2010 Hari Ke-2, Lomba Anak-anak

Gerakan Suryanamaskar